Satu pertanyaan yang seharusnya timbul dari diri kita adalah “Kita diberi akal dan pikiran untuk apa?” Akal dan pikiran yang kita miliki ini adalah untuk berfikir cerdas dalam bertindak.

Kita sebagai pemuda seharusnya peka terhadap masalah-masalah yang menyerang Negara kita. Tetapi yang terjadi pada saat ini adalah sebuah ketidakpedulian. Lihat saja kasus LGBT. Apa tanggapan kita tentang kasus tersebut? Mendukung? Atau bahkan membiarkannya? Itulah yang dilakukan oleh sebagian pemuda kita saat ini. Merasa LGBT itu bukan urusan kita. Yang penting kita tidak melakukannya dan mendukung LGBT karena beranggapan bahwa itu adalah hak dari setiap orang untuk memilih jalan hidupnya.

Di Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim, yang menamai dirinya ahlul sunah wal jamaah tetapi masih belum peka terhadap masalah yang bisa menghancurkan negara, bahkan agama kita. Padahal pemuda adalah tumpuan Indonesia hari ini dan juga tumpuan peradaban Islam.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh pemuda?

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18)

Dari ayat tersebut telah diberikan panggilan khusus yaitu bagi orang-orang yang beriman untuk bertaqwa kepada Allah dan kunci taqwa itu sendiri adalah takut kepada Allah. Tertulis kalimat “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” setelah mengetahui kalimat tersebut, seharusnya kita takut kepada Allah karena Allah tahu apa yang kita kerjakan maupun apa yang ada di hati dan pikiran kita. Hal tersebut harus disadari terlebih dahulu oleh para pemuda sehingga kita takut kepada Allah bukan ayatnya. Aqidah harus dibenahi mulai dari sekarang!

Allah meminta kita untuk memperhatikan apa yang kita perbuat hari ini untuk kedepannya. Terdapat dalam kalimat “Hendaklah setiap memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).”

Apa yang telah kita persiapkan sampai saat ini dan untuk kedepannya? Rencana apa yang telah kita buat? Jangan sampai kita tidak memiliki perencanaan apapun, karena ketika kita gagal merencanakan maka kita telah merencanakan kegagalan. Seorang pemuda tidak boleh hanya berdiam diri. Pemuda harus berusaha keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas.

“Pada hari ini, kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberikan kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yaasin: 65)

Akan ada hari dimana mulut kita ditutup, yang berkata adalah tangan dan kaki. mereka menjadi saksi atas apa yang kita kerjakan di dunia. Kaki dan tangan bersaksi untuk setiap usaha yang kita perbuat. Apakah itu sebuah hal yang negatif atau hal yang positif.

Ketika perbuatan yang dilakukan adalah negatif berarti ada yang salah dengan diri kita, keimanan kita perlu dipertanyakan. Dan untuk meraih sebuah kesuksesan, kuncinya ada di aqidah. Aqidah harus diperkuat. Sehingga yang dibutuhkan pemuda saat ini untuk bangkit adalah melakukan tindakan yang positif dengan harapan Islam akan kembali bangkit.

*Resume kajian Drs. Soeharjoepri, M.Si pada 11 Oktober 2015 di Masjid Manarul Ilmi ITS

Penulis: Desy Puspita Sari || Mahasiswa Teknik Kimia ITS || Staff Islamic Press JMMI ITS 1516

Editor: Arning Susilawati