Meski peringatan Hari International Hijab Solidarity Day (IHSD) jatuh pada 4 September 2015 kemarin, Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS tak mau ketinggalan. Kegiatan dengan mengusung tema ‪#‎AsiknyaBerhijab ini serentak dilakukan diseluruh Pusat komunikasi Daerah (Puskomda) se-Indonesia. Aksi IHSD yang dilakukan di Taman Bungkul Surabaya ini merupakan kegiatan syiar kemuslimahan sebagai bentuk kepedulian para aktivis dakwah kepada muslimah lainnya, terutama muslimah yang belum memakai jilbab.

pembagian jilbab
Kegiatan IHSD FSLDK Surya 2015

Aksi tersebut bekerjasama dengan delapan universitas yang tergabung dalam Forum Silahturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Se-Surabaya Raya, mereka membagikan lebih dari 500 Jilbab gratis kepada peserta Car Free Day Surabaya, Minggu (6/9). Sedikitnya tercatat ada delapan Perguruan Tinggi yang tergabung dalam aksi ini. Delapan  Perguruan Tinggi itu diantaranya adalah, Universitas Airlangga, Universitas Widya Kusuma Surabaya, Universitas Surabaya, dan Universitas Hang Tuah Surabaya.

Panitia IHSD FSLDK Surya 2015
Panitia IHSD FSLDK Surya 2015

Sedangkan sisanya adalah Universitas Negeri Surabaya, Sekolah Tinggi Ilmu Agama Luqman AL-Hakim dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Tak hanya itu, aksi kali ini juga turut menggandeng beberapa lembaga eksternal seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Remaja Masjid Al-Falah.

Dessy Puspita Sari, Koordinator aksi menjelaskan, perayaan IHSD ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada para hijabers di seluruh dunia. Selain itu, sambung Puspa, berhijab juga menjadi kewajiban bagi semua Muslimah. ‘’Sehingga hari ini kami ingin setiap wanita muslim yang belum berhijab di CFD memakai hijab pemberian kami. Kami pun tak segan-segan mengajari mereka tentang bagaimana cara berhijab yang baik,’’ ucapnya riang.

Suasana pembagian jumlah jilbab yang tersedia
Suasana pembagian jumlah jilbab yang tersedia

Selain aksi bagi-bagi hijab gratis, acara ini juga diselingi dengan pembagian selebaran poster edukatif yang menjelaskan kriteria hijab syar’i (Sesuai ajaran agama Islam, red). Deninta Gizka yang merupakan Ning Surabaya tahun 2014 kemarin mengaku tertarik dengan acara ini. Ia pun mengaku tak sengaja lewat saat berolahraga dan tak segan langsung ikut menyuarakan IHSD bersama.

Menurutnya, tidak ada ruginya bagi setiap muslimah untuk mengenakan hijab. ‘’Hijab bukanlah penghalang bagi kita untuk beraktivitas. Jadi ayo berhijab,’’ ajaknya kepada peserta. Saat ditemui di sela acara, Gizka mengkisahkan sedikit tentang asal mula ia memutuskan untuk berhijab yakni saat duduk di bangku SMA.

Awalnya Gizka mengaku berat. Dulu ia sering merasa belum siap dan belum ingin mengenakan hijab. Namun karena dorongan dari keluarga yang selalu mengingatkan, akhirnya ia memutuskan untuk berhijab. ‘’Entah kenapa saat itu momennya juga pas waktu aku ada masalah. Dan setelah memutuskan untuk berhijab, ajaibnya hal itu jadi menenangkan,’’ ungkap mahasiswi Jurusan Arsitektur angkatan 2011 ini.

Lain Gizka lain juga dengan Ani Susiani, seorang ibu rumah tangga yang turut membaur menyuarakan IHSD. Ia berharap semoga wanita-wanita muslimah dapat berhijab seutuhnya. ‘’Tidak mengenakan pakaian ketat dan memakai jilbab yang menutupi dada,’’ pungkasnya penuh harap.

Penulis: Agus Purnomo dan Herfina Elya

Editor: Arning Susilawati