“Sesungguhnya jika mereka mengetahui pahala yang terkandung dalam shalat isya’ dan shalat subuh. Niscaya mereka akan mendatanginya dengan merangkak.”

Pada minggu ( 11/10/2015),  JMMI ITS kembali mengadakan acara ITS cinta subuh (ICS) yang bertempat di ruang utama Masjid Manarul Ilmi ITS. ICS mengundang seluruh masyarakat yang ada disekitar ITS (terlebih untuk mahasiswa ITS) untuk meramaikan masjid pada saat shalat subuh. Tujuan acara ini tidak hanya sebagai wadah memperkenalkan pentingnya shalat subuh kepada masyarakat tetapi juga untuk menginformasikan bahwa dalam shalat subuh memiliki kekuatan untuk mengembalikan kejayaan Islam yang pernah pudar.

Pada acara ICS yang kedua ini (ICS Pertama), ada sesuatu yang berbeda. JMMI ITS mengundang pembicara Ustadz Suryadi Saputra, SpD,I dengan tema kajian “Zionisme dan Jejak Berdarahnya Sepanjang Sejarah.” Beliau merupakan salah satu anggota dari Pesona al-Quds yang sudah terkenal di seluruh Asia Tenggara.

Ustadz tersebut menjelaskan tentang kondisi para zionis yang ingin menghancurkan Masjidil Aqsha, masjid ketiga yang diagungkan oleh Allah untuk seluruh umat muslim. Yang pernah menjadi tempat berjayanya umat muslim ketika zaman Ustmaniyah. Sehingga umat Yahudi ingin menghancurkan kejayaan muslim dengan cara menguasai Masjidil Aqsha tersebut.

“Salah satu cara Yahudi untuk menghancurkan umat muslim adalah dengan menghancurkan Masjidil Aqsha. Anak Yahudi pun sejak kelahiranya telah diberikan doktrin untuk menghancurkan Masjdiil Aqsha dan membangun Kuil Sulaiman. Dimana sesungguhnya, Kuil Sulaiman tidak ada dan tidak dapat dipercaya kebenarannya.”

Setelah materi diberikan, seluruh peserta diminta untuk memberikan donasi terbaiknya sebagai bentuk simpatisan terhadap kondisi al-Aqsha sekarang. Materi zionisme dilanjutkan pada ba’da zuhurnya dengan kelanjutan tema dari zionisme dan jejak berdarah sepanjang sejarah.

Harapkan dengan adanya ITS Cinta Subuh ini adalah dapat membangkitkan semangat shalat subuh muslim di ITS. Karena dengan shalat subuh merupakan tonggak awal untuk kebangkitan muslim serta pembebasan al-Aqsha dari tangan Yahudi.

“Ketika umat Islam bisa menguasai al-Aqsha maka umat Islam dapat menguasai seluas 2/3 dunia dan dari itulah kejayaan umat muslim yang harus kita temukan kembali,” ujar ustadz Suryadi sebagai penutup.

Penulis: Deo Siregar || Mahasiswa Diploma Teknik Sipil ITS || Staff Islamic Press JMMI 1516

Editor: Arning Susilawati