Adalah mustahil bila ada yang mengatakan “Mustahil bagi saya bangun shalat subuh.” Sesungguhnya permasalahannya kembali pada kemauan. Anda mau atau tidak?

Terkait dengan kemustahilan melaksanakan shalat subuh tepat waktu. Sebelumya telah disampaikan mengenai beban yang diberikan Allah kepada hambanya, dan ternyata Allah tidak membebani hamba sesuai dengan kadar kemampuannya. Dimana telah dinyatakan dalam firman Allah.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286).

Kita telah sepakat bahwa shalat subuh merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang merupakan ketentuan syariat murni dari Allah. Dengan demikian, semua hukum syariat berada pada batas yang mampu dikerjakan oleh hamba Allah.

Untuk menguatkan kembali mindset kita bahwa shalat subuh bukanlah sebuah beban, mari kita renungkan fenomena selanjutnya, setelah Allah tidak membebani hamba sesuai dengan kadar kemampuannya.

Kedua: Fenomena orang-orang Amerika

Pada keseharian mereka terdapat pelajaran yang berharga. Mereka itu orang-orang Kristen, Yahudi, dan Atheis. Jumlahnya pun tidak sedikit. Mereka bangun pagi untuk kehidupan dunia pada saat yang bersamaan dengan waktu shalat subuh. Hajat kemanusiaan mampu mendorong mereka untuk bangun pagi-pagi. Namun mengapa seorang mukmin tidak mau mengerahkan segenap potensinya untuk menyamai mereka yang bangun pagi?

Timbul sebuah pertanyaan, kira-kira apa tujuan penting mereka, sehingga mereka mau bangun pagi-pagi sebelum jam lima pagi dan memakai baju dinas? Untuk apa mereka keluar dalam keadaaan cuaca yang sangat dingin menuju jalan-jalan raya?

Taukah kamu?

Teryata mereka melakukan itu hanya untuk berjalan-jalan dengan hewan peliharaannya guna menghirup udara segar!

Orang-orang Amerika, laki-laki dan perempuan bangun jam setenah lima pagi, karena hatinya terpaut dengan hewan peliharaannya yang terkurung di dalam rumah sepanjang hari. Mereka bangun pagi-pagi sekali supaya hewan peliharaan mereka menghirup udara segar di jalanan.

Hati mereka terpaut dengan hewan peliharaannya yang terkurung di dalam rumah sepanjang hari. Orang Amerika-Kristen atau Yahudi atau kafir lainnya bangun pagi demi hewan peliharaannya. Sedangkan “Sebagian besar” orang Islam enggan bangun pagi demi Allah! Mengapa sebagian ummat Islam tidak bisa mengatur hidupnya untuk melaksanakan shalat subuh yang merupakan kewajiban, bukan sekedar pilihan?

Lalu, apa solusi dari masalah ini?

Bayangkan, karena cinta terhadap hewan peliharaan medorong pemiliknya untuk bangun, sedangkan cinta Allah tidak mendorong seorang hamba untuk bangun.

Sesungguhnya, jika ummat Islam mampu memenuhi panggilan shalat subuh, pasti Allah akan mengokohkan agamanya di muka bumi ini. Sangat disayangkan, kemampuan fisik manusia yang mempunyai potensi untuk bangun pagi, namun potensi kekuatan hati tidak mampu mendorongnya untuk bangun pagi dengan alasan yang begitu memprihatinkan. Semoga Allah menyelamatkan kita.

 

Sumber:

Judul buku: Misteri Shalat Subuh

Penulis: Dr. Raghib As-Sirjani

Tahun terbit: Cetakan Pertama tahun 2013

Tempat terbit: Solo

Penerbit: Qawwam

Pereview: Desy Puspita Sari

Editor: Arning Susilawati