Yasin Maymir – Spanyol atau yang dulunya dinamakan Andalusia merupakan daerah diluar Arab yang pertama kali tersentuh oleh dakwah Islam pada 18 Hijriyah yang pada saat itu Islam berkembang dan melahirkan ilmuan. Universitas yang terkenal di Eropa saat ini meniru universitas pada masa kejayaan Islam di Andalusia terdahulu. Namun sayangnya sejarah tentang berkembangnya sumber ilmu pengetahuan dan keIslaman di Spanyol telah ditutup oleh bangsa Eropa. Tidak pernah diajarkan pada anak-anak di sekolah bahwa Spanyol pernah memiliki peradaban yang luar biasa dan Islam pernah berkembang disana.

Pasukan salah satu tokoh yang berpengaruh dalam masuknya Islam di Spanyol adalah Thariq bin Ziyad. Beliau memimpin menyebrangi Selat Gibralta. Ketika beliau berencana menyebrang Selat Gibralta beliau tertidur dan bermimpi bertemu Rasulullah dan sahabat. Dalam mimpinya beliau melihat Rasul menunggangi kuda pergi ke arah Andalusia dan saat itu beliau semakin yakin dan tidak pernah takut untuk pergi ke Andalusia. Kemudian beliau memberikan pidato kepada pasukannya dengan misi menyebarkan Islam ke Andalusia dan beliau berdoa seperti doa Rasulullah pada Perang Badar. Pada saat itu jumlah pasukan ummat Islam sekitar 10.000-12.000 sedangkan pasukan Kristen berjumlah 100.000.

Setelah Islam masuk Andalusia menjadi negara yang maju dimana saat itu Andalusia telah memiliki penerangan sementara di bagian Eropa yang lain belum. Andalusia telah memiliki toilet dan steam bathroom namun di tempat lain belum ada. Saat di Eropa memiliki 200 judul buku, di perpustakaan Andalusia memiliki 600 judul buku yang menunjukkan bahwa Islam sangat maju di bidang ilmu pengetahuan karena pada saat itu ummat Islam benar-benar bersatu.

Di puncak kejayaan, masing-masing daerah ingin merasakan “merdeka” sehingga dari satu negara pecah menjadi 20 bagian kerajaan-kerajaan. Mereka menjadi lemah dan yang mempercepat kejatuhan Andalusia saat itu adalah generasi raja-raja pada waktu itu. Perlakuan mereka mengusir orang-orang nasrani dari tempat mereka dan mengusir ummat Islam yang berbeda paham dengan mereka.

Setelah itu Ratu Isabella dan Ferdinand mencoba mengambil alih kekuasaan. Para raja sepakat memberikan kekuasaan kepada Ratu Isabella asalkan muslim dibiarkan dengan agama mereka. Namun itu hanya berlangsung 5 tahun dan setelah itu terjadi penghianatan dimana ummat muslim diusir dan dibunuh. Mereka diberi pilihan untuk masuk Kristen atau pergi dari Andalusia, sehingga saat itu banyak ummat muslim yang berpura-pura menjadi Kristen ketika berada diluar rumah dan kemuian secara diam-diam melaksanakan kewajiban seorang muslim di dalam rumah.

Saat ini pemuda di Spanyol mulai tertarik dengan Islam dan perkembangan Islam lebih cepat dibanding 50 tahun yang lalu. Bisa diibaratkan setiap Jumat di masjid tempat Ustadz Yasin Maymir pasti ada yang bersyahadat.

Beliau berpesan kepada ummat muslim yang ada di Indonesia untuk medoakan saudara-saudara kita sesama ummat muslim yang ada di Spanyol agar kejayaan Islam yang pernah ada di Spanyol akan bangkit kembali.

Penulis: Desy Puspita Sari || Mahasiswa Teknik Kimia ITS || Staff Departemen Islamic Press JMMI 1516

Editor: Arning Susilawati