Peserta Aksi Solidaritas Peduli Asap
Panitia Aksi Solidaritas Peduli Asap

Alhamdulillah segala puji bagi Rabb Semesta Alam. Kemarin, Minggu, 18 Oktober 2015, kami, FSLDK Surabaya Raya dan Lembaga Sosial PKPU Cabang  Surabaya membuat sebuah aksi solidaritas atas dasar iman dan Kepedulian terhadap saudara jauh kita yng berada di Sumatera dan Kalimantan. Yang kini mereka sedang hidup dengan kepungan asap kebakaran hutan, menanti uluran bantuan kita.

Bertempat di monumen Tugu Pahlawan Surabaya, dengan beberapa mahasiswa dari ITS, UNAIR, UNESA, PENS, PPNS UWKS, dan Lemsos PKPU Surabaya melakukan aksinya untuk menarik perhatian masyarakat agar bergabung membantu kita dalam penggalangan dana yang nantinya akan di sumbangkan kepada korban asap di Riau Sumatra dan Kalimantan.

Stand aksi

Adapun bentuk penggalangan dana yang dilakukan oleh para mahasiswa yakni dengan memakai masker sebagai aksi solidaritas kemudian berkeliling sekitar Tugu Pahlawan dan membuka stand aksi berisi poster-poster dan penampilan angklung.

Panitia bermain angklung
Panitia bermain angklung
Poster Peduli Asap
Poster Peduli Asap

Walau cuaca kota Pahlawan kian menit semakin panas, hal itu tidak membuat aksi kami semakin turun, justru malah lebih memanas. Dengan orasi, swiping di lampu merah, dan pejalan kaki sekitar Tugu Pahlawan yang kami lakukan, tidak semua pengunjung tertarik untuk membantu namun niat kami tetap untuk bersama mengajak masyarakat peduli terhadap saudara-saudara kita disana.

Donasi asap
Donasi asap

Pepatah mengatakan, “Takkan sempurna Iman seseorang, tatkala melihat sekelilingnya menderita namun dirinya dipenuhi kenikmatan.”

Dan alhamdulillah kemarin dana yang terkumpul setelah melakukan aksi sebesar Rp. 1.402.000,00.

Maka itu teman-teman. Kita sesama muslim, masyarakat Indonesia, dan khususnya untuk Pemerintah Republik Indonesia. Jangan hanya karena bola saja ramai namun ketika ada kesulitan kita diam seolah tidak tahu apa yang terjadi. Mari ulurakan tanganmu, bantu saudaramu, pangkas egoismu, dan buat senyuman baru.

“Jika bukan kita yang melakukan lalu siapa lagi? Jika tidak sekarang lalu kapan lagi? Mari sambut tanganku dan ulurkanlah untuk saudaramu yang sedang menangis karena asap”

Takbir!!! Allahu Akbar

Penulis: Arif Ardiansyah || Staff of A Commission FSLDK JMMI 1516

Editor: Arning Susilawati