Innalillahi wa inna ilaihi rojiu’un.

Musibah kembali menimpa jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji. Setelah musibah robohnya crane di Masjidil Haram pada Jumat (11/9) lalu akibat badai, kali ini musibah terjadi pada jamaah yang hendak melaksanakan lontar jumrah di Mina.
Hingga tadi malam (24/9) pukul 22.00, Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi merilis total korban 719 jamaah meninggal dunia dan 863 jamaah terluka. Dari Indonesia, jamaah yang meninggal ada tiga. Yakni, Hamid Atwi Tarji Rofia, 51; Busyaiyah Sahel Abdul Gafar, 50; dan satu jamaah lagi belum teridentifikasi.

Hamid berasal dari kloter Surabaya (SUB) 48 yang tinggal di maktab 2. Busyaiyah merupakan jamaah kloter Batam (BTM) 14 yang tinggal di maktab 1. Dua jamaah itu tinggal di tenda di Mina Jadid.

“Satu korban lagi belum teridentifikasi, tapi menggunakan pakaian jamaah Indonesia,” kata Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin tadi malam.

Berdasar laporan petugas di Jamarat, diduga insiden terjadi karena jamaah yang hendak melaksanakan jumrah aqabah mendadak terhenti di Jalan Arab. Karena ada jamaah yang berhenti, jamaah di barisan belakang spontan mendorong jamaah di depannya. (jpnn.com)

Kepada jamaah yang menjadi korban musibah Mina ini, secara lahir memang mereka wafat atau terluka secara fisik. Namun kita yakin bahwa, bisa jadi itulah cara terbaik yang Allah kehendaki dalam menghadap-Nya sebagai syuhada, yang tiada lain balasan yang didapat ialah adalah surga. Aamiin.

Mendengar kabar dari saudara sesama muslim di Saudi Arabia, kami Jamaah Masjid Manarul Ilmi ITS menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya atas tragedi yang menimpa jamaah haji di Mina. Semoga Allah menjadikan mereka haji yang mabrur dan ditinggikan derajatnya di sisi Allah.

Penulis : Dinda Sarihati
Editor : Aulia

 

SHARE
Previous articleSalju Pertamaku di Jepang
Next articleAl-Khawarizmi, Antara Aritmatika dan Astronomi
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!