Salahudin Al Ayubi atau sering juga disebut sebagai “Saladin” di dunia barat, merupakan panglima perang Muslim yang dikagumi kepiawaian berperang serta keshalihannya baik kepada kawan dan lawan-lawannya.

Salahudin lahir disebuah kastil di Tikrit (140 km barat laut kota Baghdad) tepi sungai Tigris (daerah Irak) pada tahun 1137 Masehi atau 532 Hijriyah. Bernama asli Salah al-Din Yusuf bin Ayub lahir dari seorang ayah bernama Najm ad-Din yang masih keturunan suku Kurdi dan bekerja menjadi pengelola kastil.

Saladin / salahadin (menurut lafal orang Barat) adalah salah satu pahlawan besar dalam sejarah Islam. Satu konsep dan budaya dari pahlawan perang ini adalah perayaan hari lahir Nabi Muhammad Saw yang kita kenal dengan sebutan maulud atau maulid, berasal dari kata milad yang artinya tahun, bermakna seperti pada istilah ulang tahun.

Pemimpin penakluk pasukan salib ini selain mempunyai karya besar dalam islam yakni menjadi orang kedua setelah Umar bin Khattab yang berhasil merebut kembali bumi Palestina, disatu sisi Salahudin memiliki sebuah akhlak yang mulia. Akhlak yang hari ini sangat langka kita temui dalam diri seorang pemimpin.

Kejadian ini terjadi pada bulan juli 1192 M. Saat itu sepasukan muslim dalam perang salib menyerang tenda-tenda pasukan salib diluar benteng kota Jaffa, termasuk didalamnya ada tenda Raja Inggris, Richard I. Raja Richard pun menyongsong serangan pasukan muslim dengan berjalan kaki bersama para prajuritnya. Perbandingan pasukan muslim dengan Kristen adalah 4:1. Salahudin Al Ayubi yang melihat Richard dalam kondisi seperti itu berkata kepada saudaranya :

” BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG RAJA BERJALAN KAKI BERSAMA PRAJURITNYA? PERGILAH AMBIL KUDA ARAB INI DAN BERIKAN KEPADANYA, SEORANG LAKI-LAKI SEHEBAT DIA TIDAK SEHARUSNYA BERADA DI TEMPAT INI DENGAN BERJALAN KAKI “.

Sumber
Saat membaca kisah diatas maka sudah sepatutnya kita sadar bahwa seorang pemimpin beradaban bumi ini akan lahir dari hati dan akhlak yang mulia. Sejenak kita melihat sabda Rasulullah Saw berikut.

“KEMULIAAN ORANG ADALAH AGAMANYA, HARGA DIRINYA (KEHORMATANNYA) ADALAH AKALNYA, SEDANGKAN KETINGGIAN KEDUDUKANNYA ADALAH AKHLAKNYA.” (HR. AHMAD DAN AL HAKIM)

Jika kita melihat hadist Rasulullah Saw diatas, maka kita akan temukan ke tiga unsur tersebut ada dalam diri Salahudin yakni kemulian diri yang terlahir dari kedalaman ilmu agama beliau. Karena dalam islam tidaklah mungkin seorang diangkat menjadi pemimpin tanpa adanya kedalaman ilmu yang kokoh dalam masalah agama. Kehormatan diri yang terwujud dari akal yang baik, ialah tanda bahwa dalam perang, peran akal sangatlah penting dalam mengatur strategi perang. Dan yang terkahir adalah kedudukan tinggi yang tercipta dari akhlak yang ramah.

Kisah diatas dicatat sebagai salah satu karakter pemurah dari Salahudin, bahkan kemualian akhlak tersebut tercermin sampai kepada musuh islam sekalipun. Walaupun Salahudin sedang berada dalam posisi diatas angin namun beliau tetap berlaku adil dan menghormati lawan. Hal diatas sangat sulit kita jumpai pada pemimpin hari ini, saat mereka sudah berada dipuncak kekuasaan saat itulah terkadang sebagian dari pemimpin tersebut tergelincir. Tergelincir menjadi sosok yang merampas hak orang lain dan banyak melakukan keserakahan di muka bumi.

Sudah sejak lama kita merindukan sosok pemimpin yang dapat membebaskan kembali bumi Palestina dari cengkaraman israel serta terlahirnya kembali pemimpin adil di muka bumi layaknya Salahudin Al Ayubi. Marilah sepenggal kisah diatas kita jadikan kado pelajaran terbaik bagi umat muslim dan sebagai langkah awal kita agar dapat melahirkan kembali generasi Salahudin dimasa yang akan datang.

Editor:
Bayu Sektiaji

  • Najmi Wahyughifary

    saran mas/admin, tulisannya kalo bsa menyertakan sumber (dapus), atau memakai catatan kaki atau catatan perut. Supaya bisa dipertanggungjawabkan validitas dan sumbernya.
    Salam juga yaa buat penulisnya… moga makin ganteng dan istiqamah… Aamiin ya Allah

    Nuwun

    • http://jmmi.its.ac.id Admin JMMI

      Terima kasih atas sarannya, insya Allah akan kami tindak lanjuti segera. :)

  • khurnia

    subhanallah sungguh ahlak yang amat mulia dan sangat patut untuk dicontoh, terimakasih atas infonya
    salam

    • http://jmmi.its.ac.id Admin JMMI

      Alhamdulillah.. Semoga tulisan kami selalu dapat menginspirasi dan bermanfaat untuk orang lain..
      Sama-sama Ukhti Khurnia :) Terimakasih juga sudah berkunjung