Saya merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar di Korea Selatan dengan beasiswa dari pemerintah Korea. Banyak hal baru yang bisa saya dapatkan, khususnya menyangkut kehidupan sehari-hari di Korea sebagai seorang Muslim. Memang saya baru tinggal di Korea selama 6 bulan dari masa studi saya yang insya Allah selama 5 tahun dengan setahun belajar bahasa korea. Namun saya tetap ingin sedikit berbagi pengalaman tinggal di negeri ginseng ini.

Pada tulisan sebelumnya saya sudah menceritakan tentang bagaimana suka duka beribadah bagi mahasiswa muslim seperti saya, pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan tentang bagaimana memilih makanan halal di negara yang terkenal dengan K-Popnya ini.

Untuk urusan makanan halal ada satu hal menarik yakni di facebook terdapat sebuah laman bernama Halal in Korea yang memberikan informasi mengenai produk-produk, mulai dari susu formula hingga sabun mandi, yang halal, haram, atau yang dapat dikonsumsi menurut beberapa pandangan. Laman tersebut tidak berisi fatwa, melainkan hanya informasi adanya kandungan atau kontaminasi dengan bahan-bahan nonhalal. Pengecekannya pun tidak hanya melalui daftar komposisi, tetapi juga sampai menanyakan langsung ke perusahaan pembuatnya ketika ada bahan yang agak mencurigakan.Walaupun sekarang laman tersebut dikelola oleh Muslim Students Association in Korea, laman tersebut dibuat dan dimulai oleh orang Korea nonmuslim yang mengerti makanan apa saja yang halal dan yang tidak.

Saya sendiri Alhamdulillah sampai sekarang mendapatkan banyak kemudahan. Terutama karena universitas tempat belajar bahasa saya, Sunmoon University, yang walaupun didirikan oleh Unification Church namun memberikan fasilitas dan banyak kemudahan untuk orang muslim.Sunmoon University sendiri memiliki Islamic Center di kampus Asan yang didirikan oleh professor muslim dari Korea. Selain itu, baik di kampus Asan maupun di kampus Cheonan, terdapat musholla dan dapur muslim sehingga saya bisa membeli daging halal di Cheonan dan memasaknya di dapur. Ada juga halal foodcourt di kampus Asan. Di Korea, hanya ada dua universitas yang memiliki halal foodcourt, yaitu Sunmoon University dan Hanyang University.

Halal food court bersama teman-teman muslim korea
Halal food court bersama teman-teman muslim korea

Belakangan ini pun sebenarnya pemerintah Korea sedang mendorong pengembangan produksi makanan secara halal, terutama agar bisa diekspor ke negara-negara berpenduduk muslim. Sudah ada beberapa perusahaan yang produknya mendapat sertifikasi halal, baik dari asosiasi muslim di Korea maupun dari negara lain seperti Singapura dan Malaysia.

Itu sedikit dari pengalaman saya di korea,memang pengalaman saya selama di Korea Selatan atau Daehanminguk ini belum terlalu banyak, namun saya berharap sedikit cerita dari saya ini dapat bermanfaat bagi pembaca.


Penulis bernama Muhammad Ridwan Dzikrurrokhim yang saat ini sedang menempuh studi sebagai mahasiswa di Sunmoon University Korean Language Institute. Lahir di Bantul, 28 November 1995 Muhammad Ridwan yang menggemari membaca dan traveling ini mempunyai motto hidup semua usaha akan bermuara pada hasil yang terbaik bagi diri kita.

Editor : Muhammad Aulia

SHARE
Previous articleTolikara, Teror di Negeri Mayoritas
Next articleKepada Anjing Romawi, Refleksi 70 tahun Kemerdekaan
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!