Saya merasa sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan belajar di Korea Selatan dengan beasiswa dari pemerintah Korea. Banyak hal baru yang bisa saya dapatkan, khususnya menyangkut kehidupan sehari-hari di Korea sebagai seorang Muslim. Memang saya baru tinggal di Korea selama 6 bulan dari masa studi saya yang insya Allah selama 5 tahun dengan setahun belajar bahasa korea. Namun saya tetap ingin sedikit berbagi pengalaman tinggal di negeri ginseng ini.

Ketika pertama kali saya datang ada dua hal yang menjadi perhatian saya sejak awal, yaitu masalah ibadah dan makanan. Sebagai minoritas, cukup susah bagi kaum muslimin untuk dapat menemukan masjid ataupun sekadar musholla.

Memang di Seoul bisa dengan mudah menemukan masjid atau musholla yang dikelola oleh komunitas-komunitas Muslim. Salah satu contoh bukti nyatanya adalah pada Seoul Central Mosque di Itaewon, Seoul. Ketika saya pertama kali berkunjung ke sana, saya sempat kaget mendengar bahwa pembangunan masjid terbesar di Korea tersebut didanai oleh pemerintah Korea Selatan. Selain itu, adzan pun dapat dikumandangkan menggunakan microphone yang memang tidak terlalu keras, tapi cukup terdengar di sekitar kompleks masjid.

Namun, di kota lain, seperti di Cheonan, tempat saya belajar bahasa, ada satu masjid saja sudah sangat bagus.Saya dan mahasiswa muslim lainnya terkadang melaksanakan sholat di tempat-tempat umum seperti stasiun, foodcourt, atau di gang kecil yang tidak dilalui orang banyak, terutama ketika sedang bepergian. Memang orang-orang sering melihat dan terkadang bertanya, tetapi tidak ada yang pernah mempermasalahkan apalagi melarang.

Walaupun begitu, ketika saya bandingkan dengan beberapa negara lain yang pernah saya kunjungi, masyarakat Korea terkesan terbuka dan mau membantu kaum Muslimin untuk memenuhi kebutuhan ibadah dan makanan halal. Pada saat idul fitri kemarin mahasiswa muslim diizinkan untuk libur sehingga saya dapat mengikuti sholat Ied dan berkumpul bersama mahasiswa muslim lain. Di universitas lain pun saya mendengar dari pelajar muslim lainnya bahwa mereka juga banyak mendapat kemudahan selama menempuh studi di Korea Selatan.

Memang pengalaman saya selama di Korea Selatan atau Daehanminguk ini belum terlalu banyak. Selain itu bisa jadi Namun saya berharap sedikit cerita dari saya dapat bermanfaat.


Penulis bernama Muhammad Ridwan Dzikrurrokhim yang saat ini sedang menempuh studi sebagai mahasiswa di Sunmoon University Korean Language Institute. Lahir di Bantul, 28 November 1995 Muhammad Ridwan yang menggemari membaca dan traveling ini mempunyai motto hidup semua usaha akan bermuara pada hasil yang terbaik bagi diri kita.

Editor : Muhammad Aulia