Berbahagialah orang yang memperbaiki ruhnya menjelang ramadhan, bulan penuh maghfiroh dan karunia, serta orang yang dalam hatinya dipenuhi gelora romantisme ibadah dan dzikrullah. Bulan yang diturunkan di dalamnya Al Quran, inilah sebuah lorong waktu yang suci yang hanya orang beriman dan suci hatinya yang mampu merasakan kebahagiaan ramadhan. Sebaliknya jiwa jiwa yang kotor tidak akan mampu merasakan perbedaan kebahagian ramadhan, mereka hanya akan merasakan stagnasi seperti hari hari biasa.

Sejak zaman Rasulullah hingga saat ini, Romadhon dianggap sebagai bulan yang penuh dengan momentum–momentum kebangkitan umat. Seperti peristiwa perang badar, fathu makkah, perebutan al quds dan lain sebagainya. Diantara faktor – faktor kebangkitan tersebut adalah mengubah paradigma tentang al quran dan sholat. Maka bagi setiap perindu kebangitan Islam hari ini, hendaknya benar-benar memperhatikan dua perkara tersebut terutama di sekolah mukminin yang bernama Ramadhan ini.

Ketika masyarakat palestina sebelum tahun 2000-an masih belum terfokuskan gerakannya dengan Al-Quran, mereka sangat rapuh dan mudah sekali dikalahkan oleh zionis Israel. Namun ketika mereka tersadarkan akan pentingnya Al-Quran, para pemudanya dididik untuk menghafal Al-Quran maka saat itu lah titik kebangkitan masyarakat Palestina di mulai. Brigade-brigade mereka yang diambil namanya dari Al-Quran seperti Hijr As Sijjil mampu meluluh lantahkan pasukan zionis. Bahkan pasukan–pasukan intifada dan izzudin al qassam mampu mengahancurkan tank-tank Amerika terberat di dunia, yang kala itu mendapat perhatian dari Cina dan Rusia hancur terkena ranjau darat. Tidak hanya itu, terowongan berkilo-kilo meter mampu dibuat.

Kehebatan tentara Palestina menghadapi zionis Israel yang didukung persenjataannya oleh Amerika tidak dapat dipungkiri. Proses rekrutmen mujahid-mujahid yang dilakukanpun tidak sembarangan. Bukan karena fisik dan usia yang menjadi parameter utama, namun berapa juz Al-Quran yang telah dihafal, qiyamul lailnya, serta sholat subuh berjamaah. Betapa hebat  orang-orang yang memberikan perhatian penuh terhadap Al-Quran, karena Allah selalu menyertai dan menolong mereka.

Setelah Palestina, kita juga kembali disadarkan oleh Turki akan kehabatan orang-orang yang kembali ke jalan islam dengan memperhatikan al Quran dan sholat. Pemerintah Turki di bawah pimpinan Erdogan berusaha kembali menghidupkan kembali masjid-masjid, serius membenahi tatanan masyarakat dengan Islam, serta menempatkan Al-Quran sebagai kunci kebangkitannya. Negara bekas kekhalifahan Turki Usmaniyah yang disekulerkan oleh seorang yahudi Kemal Ataturk ini bahkan sempat diremehkan oleh negara-negara Uni Eropa, namun kini, dengan lantang pemerintah Turki menolak bergabung dengan Uni Eropa.

Nyatalah kunci kebangkitan umat Islam saat ini yakni Nashr Allah atau pertolongan Allah. Hanya melalui pertolongan-Nya lah umat Islam akan kembali berjaya dan turun bersamanya keberkahan-keberkahan. Lalu pertanyaannnya adalah bagaimana kita mampu mendatangkan pertolongan Allah? Jawabannya adalah kembali pada Islam dan Al-Quran. Kita jadikan Al-Quran sebagai nafas kita dan sholat berjamaah di masjid sebagai pengerat persatuan umat. Tidak ada momentum yang lebih baik untuk memulai itu semua, kecuali hanya di bulan Ramadhan.

*Ditulis berdasar ceramah oleh Ust. Bachtiar Nasir, Lc.MM pada Grand Launching Ramadhan Inspiratif (GALERI) RDK 36 JMMI ITS 1516 pada 8 Juni 2015 di Masjid Manarul Ilmi ITS.

Catatan: Muhammad Ferdion Firdaus || Editor: Arning Susilawati

SHARE
Previous articleAkselerasikan Dakwah Ilmi, JMMI Gandeng MITI-KM
Next articleRamadhan, Rahim Lahirnya Mujahid
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!