Mengartikan Cinta

0
360

Malam ini gelap dan bintang masih diatas sana. Dibawahnya, angin menyulam aroma hujan disela sela indra. Paduan yang indah untuk membungkus gelisah. Beberapa orang akan bilang ini gundah. Tapi, mungkin langit akan bilang nikmatilah. Nikmatilah saat-saat bisa berdiskusi dengan malam yang hening. Nikmatilah saat saat bisa berdiskusi, bahkan –walaupun itu- dengan tumpukan nyamuk yang gagal hinggap di tubuh malam ini

Sekarang bangunlah. Tengoklah lewat jendela. Kita akan melihat bagaimana alam menghadirkan cinta.

Gelap telah berikrar pada malam. Bahwa ia akan selalu datang ketika matahari tenggelam. Bahwa ia akan selalu menemani, meskipun di caci. Seberapapun sebenarnya ia ingin dicintai, tapi kemudian malah dibenci. Seberapapun inginnya menjadi seperti terang, tapi ia akan menemani malam. Menjadi yang paling mengerti, ketika bulan hanya sekedar menemani. Menjadi yang memahami, ketika bintang memilih bersinar sendiri.. Dalam hening ataupun sunyi. Mengakhiri senja atau mendekati pagi. Membantu malam, yang entah kenapa jatuh hati pada bintang.
inikah cinta?

Malam telah mengaku jatuh hati pada bintang. Karenanya ia membiarkannya terlihat bersinar, ketika pagi hanya memilih berteman matahari. Malam begitu mengagumi bintang dengan segala pesonanya, lalu berikar aku akan menjaganya hingga akhir masa. Kisah kisah kebersamaan mereka begitu terkenal di eropa. Tentang cahaya yang berteman sunyi. Karena bersama bintang, malam merasa bertemu dengan siapa ia di takdirkan. Karena bersama bintang, akhirnya ia di harapkan. Diharap, meskipun tidak dinanti

Inikah cinta?

Sunyi sudah terlalu yakin untuk sering datang di malam hari. Ia tak pernah bilang apa yang ia rasa. Tapi bersama gelap ia bertemu orang orang yang setia berteman denganya. Mereka yang hanya diam tak tau harus berkata apa, lalu memilih menatap bintang dari gelapnya sudut malam..Gelap tak menyadari, tapi sunyi selalu menemani. Sunyi tak pernah bilang, walau ia sering disandingkan dengan bintang. Ia hanya terus diam, seakan bilang kalau kau tak paham. Ada yang bilang ini cara sunyi mencintai. Menjadi selimut bagi mencekamnya gelap. Seakan bilang kalau gelap tak sendiri. Menemani dalam diam, walau yang ditemani tidak menyadari.

Inikah cinta?

Entahlah. Yang aku pahami, cinta tak sesingkat gerak bibir “aku cinta”. Cinta haruslah sesuatu yang mendekatkan kita pada yang maha pencipta. Sebagaimana tujuan kita diciptakan di dunia. QS. Adz-Dzariyat ayat 56.

_________

Penulis: Rohmatikal Maskur
Tulisan tersebut adalah tulisan terbaik peringkat ke-2 dari karya yang masuk dalam JMMI Writing Challenge Februari 2015 – #Cinta. Selengkapnya baca disini.

SHARE
Previous articleCinta itu...
Next articleJMMI Writing Compilation : Cinta
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!