Car free day di Taman Bungkul Surabaya, bertepatan sehari setelah hari yang kata sebagian kawula muda adalah hari kasih sayang (15/02), taman bungkul menampilkan beragam kegiatan dan kali ini berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Yakni adanya kegiatan “Gerakan Tutup Aurot” yang diselenggarakan oleh komunitas Muslim Way bersama Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Surabaya Raya (FSLDK Surya).

Dari Anisa (salah satu anggota Muslim Way) memaparkan bahwa Muslim Way merupakan sebuah komunitas dakwah on the street yang baru di launching pada 28 Desember 2014, sementara kegiatannya adalah CFD (Care For Da’wah) yakni membagi-bagikan buku dzikir pagi petang (CFD 1) dan pembagian hijab pada CFD 2 (facebook: Muslim WAY). Adanya Muslim Way bertujuan untuk membumikan nilai-nilai islam, dan masyarakat kenal lebih dekat dengan islam. Anggota Muslim Way saat ini beranggotakan empat orang yakni Baskoro (HI-UA), Ari (karyawan), Anisa (Sastra Inggris-UA) dan Tiwi (Manajemen-UA).

Ulasan singkat Muslim Way yang beririsan dengan FSLDK Surya dalam ranah dakwah menjadikan alasan munculnya kegiatan gerakan tutup aurot yang bertemakan “Katakan Ya Untuk Hijab.” Kegiatan tersebut dimulai dari orasi dari perwakilan FSLDK Surya, “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah. Maka perlu untuk menjaga perhiasan itu, menjaganya agar selalu tertutup” begitu pembukaan oleh Baiq Marwah Rahmah selaku ketua Jaringan Muslimah Daerah Surabaya Raya (Jarmusda Surya).

Sembari berorasi, kegiatan lainnya yakni meminta pengunjung menandatangani banner dengan tulisan “Gerakan Tutup Aurot.” Antusiasme pengunjung dimana bagi sebagian orang baik laki-laki maupun perempuan, baik yang berhijab dan yang belum, memberikan kesan tersendiri karena dari panitia menyediakan hijab (selama persediaan masih ada) dan makanan bagi pengunjung (tidak dapat hijab) yang bersedia menandatanganinya.

Tidak hanya tandatangan, kegiatan lainnya adalah menanyakan alasan mengapa berhijab kepada beberapa perempuan dan juga tanggapan dari laki-laki mengenai kegitan tersebut. Seperti pernyataan salah seorang pengunjung berseragam SMK “Yang berhijab lebih cantik dari yang belum berhijab” hingga Ketua Jarmusda Surya terharu dan kagum melihat salah satu pengunjung bernama Ayi yang menyatakan diri berpindah agama dari agama Ayah dan Ibunya sejak 1,5 tahun yang lalu.

Ayi pun bersuara “Mbak… Saya ingin berhijab.”

Usai acara tersebut, tercetus harapan dari Anisa “Semoga acara CFD ini banyak memiliki partner sehingga berbaginya lebih besar dan lebih banyak manfaatnya.” (Ce2)

Reporter: Arning Susilawati