Waktu adalah sesuatu yang tak terbendung, ia akan terus bergerak sekalipun kita telah lelah untuk beranjak dari tempat kita berdiri, ia akan terus melangkah kedepan sekalipun kita telah kehilangan semangat dalam mengarungi kehidupan ini.

Tapi inilah realitas dari kehidupan, ketika kita merasa telah berjuang begitu keras, ternyata masih banyak kerikil tajam yang masih mengganjal di setiap langkah kita, ketika kita telah berupaya, masih ada kegagalan yang menghampiri kita, masih ada tangis yang mengiringi jalan kita, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan kita, apalagi ketika kita memasuki tahun-tahun penuh tantangan seperti ini.

Menjelang tahun baru 2015 yang berbeda dengan aktivitas-aktivitas menjelang tahun baru sebelumnya.  Hanya karena ingat akan sebuah mimpi besar yang akan dicapai, hanya karena sebuah komitmen dan tujuan hidup yang selalu tersimpan rapi dalam ingatannya, selalu terlihat dan menyapa saat ia terlupakan dan terabaikan, selalu membangkitkan semangat dikala ia terjatuh.

Gelap, malam yang dingin nan hujan. Di akhir tahun, Sejumput semangat lamat-lamat tumbuh kembali. Karena setiap kehidupan pasti ada ujian, bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk melihat bagaimana kesiapan dan kesigapan menghadapi tantangan itu. Bahkan pula menilai apakah pantas  naik kejenjang yang lebih tinggi. Tumpukan buku dan diktat menyadarkan bahwa kesiapan penting. Momentum UAS bisa dijadikan cerminan, sejauh apa kita sudah melangkah. Nilai-nilai yang ajarkan oleh  kehidupan benar-benar dijalankan dengan sepenuhnya. Hanya karena cita-cita dan harapan dalam hidup yang menggebu-gebu yang senantiasa ingat akan perjuangan dalam menggapai cita-citanya hingga payah kaki tersebut dalam mengejarnya.

Setiap Jejak kaki ini akan dibalas olehNya sesuai janji-janjiNya, Keringat perjuangan ini kelak akan terbayarkan semuanya dengan nikmat SurgaNya. Ilmu yang diperolehnya, suatu saat  menjadi tiang yang kokoh untuk membangun dan mengabdi kepada Nusa dan Bangsa.

_________

Penulis: Herfina Elya
Tulisan tersebut adalah tulisan terbaik peringkat ke-3 dari karya yang masuk dalam JMMI Writing Challenge Desember 2014 – #Refleksi. Selengkapnya baca disini.

SHARE
Previous articleCintamu, Mau Dibawa Kemana?
Next articleEvaluasi Sebagai Langkah Penguat Kualitas Iman Insan Islam
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!