Salam semangat, pemuda pejuang bangsa!

Akhir-akhir ini kita melihat rasa nasionalisme di kalangan generasi muda sudah sangat terkikis. Para pemuda terlihat terlena dengan berbagai suguhan nilai-nilai negatif yang disisipkan oleh bangsa asing. Globalisasi yang seharusnya dijadikan untuk memajukan peradaban bangsa justru menjadi titik mundurnya harkat dan martabat pemuda Indonesia. Lihatlah bagaimana begitu banyak pemuda yang lebih suka berjoget tidak jelas daripada berbaris mengenang jasa pahlawannya. Jika rasa nasionalisme itu tidak lagi ada di dada para pemuda lantas siapa yang akan mempersembahkan kejayaan bagi bangsa ini? Siapa yang akan berjuang untuk mempertahankan kedaulatan dan harga diri bangsa? Kemunduran bangsa ini adalah problem yang memilukan. Entah apa yang akan dikatakan oleh para pejuang kemerdekaan saat melihat para pemuda di masa sekarang tampak lemah dalam semangat kebangsaan.

Dalam pelatihan 4 hari yang saya ikuti di markas TNI AD beberapa hari yang lalu, salah seorang perwira mengatakan bahwa di zaman sekarang negara kita digempur habis-habisan oleh bangsa asing baik secara ekonomi, budaya, dan puncaknya mungkin secara militer. Seiring dengan semakin menipisnya persediaan sumber daya energi di dunia saat ini, negara asing terus melakukan invasi ke berbagai negara penghasil energi. Diperkirakan dalam 15 sampai 20 tahun lagi, negara penghasil energi dan pangan di sekitar garis khatulistiwa akan segera diinvasi oleh mereka. Jika saat itu datang, mungkin mereka akan kembali menjajah Indonesia seperti halnya yang mereka lakukan di beberapa negara timur tengah saat ini. Lantas jika hal itu benar terjadi, siapakah yang akan membela bangsa ini? Apakah perjuangan bangsa ini dapat dipercayakan pada para pemuda bermental lemah yang tidak memliki rasa cinta tanah air? Atau apakah kita perlu mengisolasi diri selama ratusan tahun agar dapat kembali tercipta rasa nasionalisme yang hebat seperti yang dilakukan oleh negara Jepang dahulu?

Bangunlah para pemuda, sudah saatnya kita bangkit dari keterpurukan mental negeri ini. Mari kita revolusi mental kita, membangun kembali karakter kebangsaan, menanamkan nilai-nilai luhhur pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari. Berdirilah, berkaryalah, lakukan semua hal terbaik yang kita mampu. Tak peduli siapa dirimu, tunjukkanlah pada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang disegani dan mampu berbicara banyak di depan dunia. Singkirkan seluruh benih negatif yang ditanamkan oleh para perusak asing itu. Camkan dalam pikiran kita bahwa bangsa ini mampu berubah untuk menjadi bangsa yang kuat. Tekadkan perubahan itu dimulai dari diri kita pribadi mulai saat ini. Tirulah para tokoh pemuda pejuang seperti organisasi Budi Utomo dan organisasi kebangsaan yang dibentuk oleh para pemuda pejuang lainnya demi kedaulatan Indonesia. Janganlah kita membuat para pejuang tertunduk sedih atas ketidak berdayaan kita melawan ketertindasan ekonomi dan sosial. Sungguh, bangsa ini dulu pernah menjadi bangsa yang kuat yang begitu disegani oleh negara lain, maka sudah sepantasnya kita kembali mengaumkan semangat juang untuk menjayakan Indonesia. Jadikan momen sumpah pemuda sebagai pengingat untuk berusaha lebih keras berbuat terbaik bagi bangsa ini. Satukan tekad kita, tekad bulat demi harga diri bangsa ini. Jangan terpecah karena perbedaan pemahaman. Yakinilah bahwa meskipun kita berbeda-beda namun persatuan dan kesatuan adalah hal terbaik yang wajib kita miliki.

Memperingati momen sumpah pemuda, maka renungilah tentang apa yang selama ini sudah kita berikan pada negera ini. Renungkan apa yang telah kita berikan untuk mengharumkan nama bangsa. Jikapun kita belum pernah melakukannya, maka kesempatan untuk itu masih belum tertutup. Berjuanglah seperti para pemuda pejuang kemerdekaan yang tak pernah kehilangan semangat demi sebuah kata sakral: “MERDEKA!!!” Yakinkan diri bahwa kita mampu untuk berbuat terbaik bagi negeri ini.

Salam semangat juang,
Pemuda Indonesia.

_________

Penulis: Ilham Perdana Sayuti
Tulisan tersebut adalah tulisan terbaik peringkat ke-2 dari karya yang masuk dalam JMMI Writing Challenge November 2014 – #Pemuda. Selengkapnya baca disini.

SHARE
Previous articleApa Arti Pemuda?
Next articlePemuda Jangan Sekali-Sekali Melupakan Daerah
Kita lihat hari ini, banyak kerusakan di muka bumi terjadi karena bukan orang Islam yang menguasai Media. Kami, Islamic Press JMMI ITS 1617 berusaha menghadirkan perubahan bagi kebaikan umat Islam melalui media. Bersama-sama kita wujudkan media yang menjadi pencerdas masyarakat. Islamic Press, sang Inisiator Perubahan !!!