IMG-20141216-WA00071

Bahasan tentang cinta, adalah ulasan yang sangat menarik dan tiada akan pernah habisnya. Fitrahnya, cinta tumbuh pada setiap diri manusia, laki-laki dan perempuan. Permasalahannya adalah, rasa cinta itu akan dibawa kemana?

Jawaban tersebut terangkum dalam seminar “Hijrah Cinta” yang diselenggarakan oleh Departemen Syiar JMMI ITS 1415 featuring Akademi Pra Nikah (APN). Seminar bertemakan “cinta” itu didominasi perempuan yang jumlahnya memadati ruang Student Communication Center ITS lantai 3. Pematerinya pun Kurniawan Gunadi dan Tsani Liziah, pemuda pemudi menginspirasi karena buku yang ditulisnya.

“Harusnya, perempuan, laki-laki dihubungkan dengan kata ‘dan’ bukan ‘versus’. Karena kata ‘dan’ merupakan kesetaraan antara keduanya, dan keduanya hadir untuk saling melengkapi” itulah ungkapan pertama dari Kurniawan Gunadi atau yang akrab dipanggil Masgun pada sesi materi pertama.

Masgun melanjutkan materinya bahwa kecenderungan seorang laki-laki adalah berbuat baik terlebih kepada perempuan, dan perempuan sendiri mudah menerima kebaikan itu sehingga terkadang susah membedakan mana yang benar-benar perbuatan baik, dan mana yang dikatakan ‘modus’. Dari kebaikan laki-laki akan sangat mudah menimbulkan rasa ‘GR’ berlebih kepada perempuan. Maka yang perlu dilakukan untuk menanggulangi rasa ‘GR’ dan ‘modus’ itu sendiri adalah dengan berhijrah. Hijrah dalam artian memindahkan cinta atas nafsu, kepada hal-hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta kepada sang Pencipta. Hijrah bisa pula dilakukan dengan mempertegas prinsip diri bahwa cinta yang paling tinggi hanya untuk Allah, jika ada manusia yang hadir tidak menimbulkan ketakwaan kepada Allah, hal itu bisa dipertanyakan, cintanya kepada siapa?, karena cinta yang benar-benar cinta akan mengantarkan pada cinta kepada Allah. Dan untuk menjaga prinsip itu, ada baiknya berhati-hati dalam berperilaku, menjaga iman dengan berada di lingkungan yang baik. “Karena setiap perjalanan pasti aka nada tantangan, tetap melangkah meski harus berkali-kali terhenti bahkan rasanya ingin kembali” begitu pesan penulis buku Hujan Matahari tersebut. (Ce2)

Usai alumni seni rupa ITB tersebut memaparkan kemanakah cinta harus berhijrah?, adalah Tsani Liziah yang memperjelas bagaimana memanajemen cinta, simak kelanjutannya di hijrah cinta.

SHARE
Previous articleHijrah Cinta
Next articleAkhir Tahun
-Penulis dan editor di jmmi.its.ac.id 2015-2016 -Koordinator Putri Departemen Islamic Press JMMI ITS 1516 -Statistika ITS