Apa yang sedang terjadi di negeri Syam saat ini? Negeri Syam adalah tanah waqaf untuk kaum muslimin yang di dalamnya penuh dengan keberkahan. Negeri dimana pertama kali Rasulullah Muhammad SAW berdagang bersama pamannya, Abu Thalib. Negeri Syam adalah Suriah, Gaza, Palestina dan Masjidil Aqsa. Bagaimana kabar saudara-saudara muslim disana? Jawaban dari pertanyaan tersebut terangkum dalam acara DIARI Special yang diselenggarakan oleh Ramadhan Di Kampus 35 ITS. Acara tersebut berlangsung di ruang utama Majid Manarul Ilmi ITS dengan pemateri Dr. Alaa Ibrahim Hasan yang berasal dari Suriah dan Zikrul, relawan dari sahabat al Aqsha.

Dr. Alaa memulai perbincangan dengan kondisi kekinian Suriah. “Suriah sedang berduka, penyerangan terjadi dimana-mana. Di negara Suriah banyak korban bergelimpangan. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.”

Perbincangan berlanjut dengan pembahasan mengenai Masjidil Aqsha. Seperti diketahui kemelut perselisihan antara Israel terhadap penduduk Syam di wilayah Palestina telah terjadi selama puluhan tahun.

“Negeri Syam adalah tempat yang berhubungan dengan akhlaq kita (red: muslim). Masjidil Aqsa merupakan ibukota tauhid. Sebanyak 19 nabi dan rasul dibesarkan disana termasuk perempuan yang paling suci yaitu Maryam. Masijidil Aqsa berusaha direbut oleh Israel. Israel meyakini bahwa disanalah tempat berdirinya kuil Sulaiman” tambah Zikrul, relawan yang pernah ditangkap dan dipenjara karena diketahui Israel akan menyalurkan bantuan ke Palestina. Kabar terbaru adalah hanya laki-laki berusia lebih dari 55 tahun yang boleh memasuki Masjidil Aqsha saat shalat Jumat.

Lantas apa yang harus dilakukan? “Pertama, mendoakan sungguh-sungguh kaum muslimin, misal usai sholat, baik wajib maupun sunnah. Kedua, menyebarluaskan informasi ini. Ketiga, jihad menggunakan harta. Keempat, mempersiapkan diri untuk jihad fisabilillah, dan yang kelima adalah jangan mengkonsumsi barang-barang yang dihasilkan pendukung zionis Israel”, pesan Zikrul sebagai penutup. (Ce2/srp)