Malam ke 2 terawih (10/07/2013) di Masjid Manarul Ilmi ITS terasa menarik saat bapak TPKI ITS memberikan sambutannya mengenai “Kemuliaan Sedekah”. Seakan terinspirasi dari tim RDK 34 ini, hingga beliau pun memaparkan hal yang menarik yang erat kaitannya dengan sedekah. “Contoh sedekah yang paling mudah itu bisa kita temukan disekitar kita, misalnya saja waktu buka puasa tadi, panitia RDK rela memberikan jatah nasi untuk mereka kepada jamaah yang belum kebagian makanan untuk berbuka dan mereka makan saat hampir mendekati solat isyak” kata Bapak Darmaji. Beliau menambahkan bahwa yang membuat unik di setiap akhir bulan di Masjid Manarul Ilmi adalah selalu didatangi bapak-bapak dan ibu-ibu sesepuh yang bila ditanya asalnya, mereka berasal dari Keputih, Kejawen dan daerah dekat kampus dengan rmaksud untuk menerima sedekah dari jamaah. Ada yang memberikan uang cash, pernah juga jamaah memberikan sumbangan untuk membuka toko kecil-kecilan, tak ada lain maksudnya hanya untuk berinfaq, bersedekah kepada sesama.

 

Tak kalah menarik dengan panitia RDK, dan pemberian sedekah kepada sesepuh, Pak Darmaji juga memaparkan bahwa hari Jum’at (5/7) kemarin beliau menerima kunjungan satu bus rombongan dari sebuah kampung yang letaknya berdekatan dengan laut selatan yakni dari daerah Blitar, Jawa Timur. Kebanyakan dari mereka adalah para muallaf!.

 

Jika bersedekah dengan sedikit rupiah maka akan sedikit pula tindakannya. Ibarat ilmu fisika, tindakan berbanding lurus dengan rupiah hal itu juga sama halnya dengan infaq dan sodaqoh adalah kemuliaan, sedang zakat adalah keharusan. (Ce2)